
Judi Bola Aman – Tottenham wajib bekerja keras buat menjauhi kekalahan dikala menjamu Manchester City pada minggu ke- 24 Premier League, Pekan( 1/ 2) malam Wib. Bermain di Tottenham Hotspur Stadium, laga berlangsung penuh drama serta berakhir imbang 2- 2.
Manchester City tampak dominan semenjak dini pertandingan. Baru berjalan 11 menit, regu tamu telah membuka keunggulan melalui Rayan Cherki yang menuntaskan assist Erling Haaland. Berhasil kilat tersebut membuat pasukan Pep Guardiola tampak terus menjadi yakin diri.
Keunggulan City meningkat jelang turun minum. Pada menit ke- 44, Bernardo Silva memotong alur build- up Tottenham saat sebelum mengirim umpan pendek yang dituntaskan Antoine Semenyo. The Citizens menutup babak awal dengan keunggulan 2- 0.
Secara statistik, Manchester City mengendalikan jalannya laga pada paruh awal. Mereka mencatatkan 6 kesempatan, 2 kali lipat dibandingkan Tottenham, dan memahami bola sampai 64 persen.
Suasana berganti ekstrem selepas sela waktu. Tottenham tampak dengan mentalitas berbeda serta langsung memencet. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke- 52 dikala Dominic Solanke memperkecil ketertinggalan jadi 1- 2.
Momentum seluruhnya berpihak pada tuan rumah. Ritme game berganti serta Tottenham terus menjadi kasar. Puncaknya terjalin pada menit ke- 70 kala Conor Gallagher melaksanakan aksi orang saat sebelum mengirim umpan matang kepada Solanke.
Dengan sepakan bergaya kalajengking, Solanke mencetak berhasil keduanya sekalian membandingkan skor jadi 2- 2. Berhasil tersebut merangsang ledakan emosi di stadion serta menggagalkan kemenangan Manchester City.
Tottenham terus mencari berhasil ketiga, sedangkan City berupaya merespons dengan memasukkan Phil Foden. Tetapi, sampai peluit akhir dibunyikan, tidak terdapat berhasil bonus terbentuk serta kedua regu wajib puas berbagi satu poin.
Hasil imbang ini terasa merugikan untuk Manchester City. Mereka senantiasa bertahan di posisi kedua klasemen dengan 47 poin, namun saat ini tertinggal 6 angka dari Arsenal di puncak. Sedangkan itu, Tottenham terletak di peringkat ke- 14 dengan koleksi 29 poin.
KSOKLUB memberitakan bahwa Dominic Solanke layak dinobatkan selaku Man of the Match. Dia bukan cuma penyelamat Tottenham, namun pula simbol perlawanan dalam duel sarat tensi tersebut.
Tottenham pernah terletak di posisi susah sehabis Manchester City unggul 2 berhasil lebih dahulu lewat Rayan Cherki serta Antoine Semenyo pada babak awal. Spurs nampak kehabisan arah, sedangkan regu tamu tampak apik serta efisien dalam menggunakan kesempatan.
Suasana berganti ekstrem pada babak kedua. 8 menit sehabis restart, Dominic Solanke memperkecil ketertinggalan serta membuka kembali asa tuan rumah. Berhasil tersebut jadi titik balik yang mengangkut keyakinan diri Tottenham.
Momen sangat ikonik muncul dikala Solanke mencetak berhasil penyama peran dengan tendangan kalajengking. Aksi itu menyempurnakan umpan silang Conor Gallagher serta membuat Gianluigi Donnarumma tidak berdaya. Berhasil tersebut bukan cuma indah, namun pula memastikan.
Secara statistik, donasi Solanke sangat efektif. Dia mencetak 2 berhasil dari 2 tembakan pas sasaran. Tidak hanya itu, Solanke tampak dominan dalam duel raga serta sanggup jadi tumpuan serbuan Spurs pada babak kedua, walaupun sedikit suplai di paruh awal laga.
Hasil imbang ini membuat Manchester City senantiasa terletak di posisi kedua klasemen dengan 47 poin, tertinggal 6 angka dari Arsenal. Tottenham sendiri bertahan di peringkat ke- 14 dengan 29 poin, berkat satu pemain yang tampak memastikan: Dominic Solanke.
Manajer asal Spanyol tersebut menyoroti pergantian suasana pertandingan yang sangat tiba- tiba. Baginya, semangat juang para pemain Spurs bangkit berkat sokongan luar biasa suporter.
” Sehabis berhasil pembuka mereka, mereka memperoleh momentum sepanjang 15 sampai 20 menit,” ucap Pep Guardiola.
Keadaan tertinggal 2 berhasil membuat Tottenham bermain tanpa beban serta sangat militan. Tenaga raga para pemain Spurs juga jadi tantangan berat untuk lini pertahanan City.
” Ini wajar, tertinggal 0- 2, tidak terdapat ruginya dengan tenaga pemirsa yang mereka miliki, raga yang mereka miliki,” sambung Guardiola.
Pertandingan ini pula diwarnai insiden panas terpaut berhasil awal dari Dominic Solanke. Solanke nampak melaksanakan kontak raga yang lumayan keras terhadap bek City, Marc Guehi.
Walaupun pernah diprotes, VAR senantiasa mensahkan berhasil tersebut selaku berhasil yang bersih. Pep Guardiola juga tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap keputusan si pengadil lapangan.
” Bila bek tengah melaksanakan itu kepada striker, ini merupakan penalti, kan?” keluh Guardiola.
Peristiwa tersebut dinilai mengganggu skema game yang telah dibentuk apik semenjak dini. City juga kandas mempertahankan dominasi sehabis tekanan raga pemain Spurs terus menjadi bertambah.
Eks pelatih Barcelona ini menyebut kalau mengendalikan laga di Premier League sangat susah. Suasana emosional di lapangan kerapkali membuat taktik yang direncanakan jadi tidak berjalan.
” Kami ketahui selama waktu kami tidak dapat mengatur segala pertandingan,” tutur Guardiola.
City sejatinya mempunyai banyak kesempatan emas lewat suasana satu lawan satu. Tetapi, penyelesaian akhir yang kurang baik membuat mereka kandas menaikkan keunggulan lebih jauh lagi.
” Kita memiliki banyak pemain baru. Kami wajib berupaya menuntaskan aksi dengan sedikit lebih baik, tetapi game dimainkan dengan baik,” tutup Guardiola kepada Judi Bola Terbaik. (ss)





