
AC Milan tampak impresif buat mengalahkan Como dengan skor 3- 1 dalam duel lanjutan Serie A 2025/ 2026. Pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Jumat 16 Januari 2026 kali ini berlangsung sengit.
Tuan rumah lebih dahulu unggul melalui berhasil Marc Oliver Kempf di menit kesepuluh. Milan setelah itu membandingkan peran lewat eksekusi penalti Christopher Nkunku di injury time babak awal( 45+1), saat sebelum Adrien Rabiot jadi pahlawan dengan 2 berhasil di paruh kedua( 55, 88).
Kemenangan ini membuat AC Milan kuat di posisi runner- up klasemen dengan koleksi 43 angka dari 20 pertandingan. Jarak mereka dengan pemimpin klasemen saat ini senantiasa tipis.
Di sisi lain, Como wajib puas bertengger di urutan keenam dengan perolehan 34 poin. Dinamika pertandingan sangat intens, spesialnya sehabis sela waktu turun minum kala Milan tampak lebih tajam dalam menggunakan kesempatan.
Como mengawali pertandingan dengan kasar serta memahami jalannya game semenjak menit- menit dini. Dominasi itu langsung terbayar dengan berhasil pembuka pada menit ke- 10 yang terbentuk dari skema sepak pojok pendek.
Baturina membebaskan umpan silang sempurna ke dalam kotak penalti yang disambut sundulan keras Kempf dari jarak dekat. Kiper Mike Maignan tidak mempunyai waktu buat melaksanakan prediksi serta Como unggul 1- 0.
Sehabis berhasil tersebut, Milan kesusahan membangun serbuan serta nyaris tidak mempunyai ancaman di zona pertahanan lawan. Lini tengah Rossoneri nampak tidak efisien serta kandas menghasilkan progresi berarti.
Como terus mengecam dengan 2 kesempatan beresiko pada menit ke- 24 serta ke- 42. Maignan wajib bekerja ekstra keras buat menggagalkan upaya Nico Paz serta Lucas Da Cunha dari jarak dekat.
Milan baru menciptakan momentum menjelang akhir babak awal. Rabiot sukses menggunakan kesalahan Mergim Vojvoda di sisi kanan serta melesat masuk ke dalam kotak penalti.
Kempf melaksanakan pelanggaran dengan tekel terlambat serta wasit tidak ragu membagikan penalti. Nkunku mengambil tanggung jawab serta menendang bola keras ke sisi kanan gawang pada menit ke- 45+1, skor jadi imbang 1- 1.
Paruh awal berakhir dengan peran sama kokoh, walaupun Como lebih unggul dalam statistik kemampuan bola serta kreasi kesempatan.
Merambah babak kedua, Como kembali menampilkan tekad melalui tembakan Nico Paz dari luar kotak penalti. Maignan kembali jadi tembok pertahanan Milan dengan penyelamatan gemilang memakai ujung jarinya.
Suasana berputar total pada menit ke- 55 kala Milan melancarkan serbuan balik kilat. Rafael Leao membebaskan umpan matang ke arah Rabiot yang merangsek dari lini kedua.
Rabiot mengendalikan bola dengan sempurna memakai dada saat sebelum melepas tendangan mendatar ke tiang jauh yang membobol gawang Como. Skor berganti jadi 2- 1 buat keunggulan Milan walaupun tekanan tuan rumah masih besar.
Como berupaya bangkit dengan melaksanakan rotasi pemain serta tingkatkan tempo serbuan mereka. Paz hampir membandingkan peran pada menit ke- 59, tetapi tendangannya cuma menimpa bagian luar tiang gawang.
Milan menemukan peluang emas buat mengunci kemenangan di menit ke- 82 lewat sundulan Ruben Loftus- Cheek ke arah gawang kosong. Sayangnya bola malah melayang sedikit melewati mistar gawang.
Serbuan Como bersinambung sampai akhir pertandingan, tetapi pertahanan mereka malah kembali kebobolan di menit ke- 88. Rabiot merebut bola liar di sudut kanan kotak penalti serta membebaskan tembakan kaki kiri akurat ke sudut dasar gawang.
Berhasil ketiga tersebut mengunci kemenangan Milan dengan skor akhir 3- 1. Sisa waktu pertandingan digunakan Milan buat melindungi ritme game sampai wasit meniup peluit panjang.
Adrien Rabiot layak dinobatkan sebagia pemain terbaik alias man of the match Como vs AC Milan. Ia mencetak 2 berhasil dalam kemenangan 3- 1 Rossoneri.
Rabiot bermain selaku gelandang sentral Milan di pertandingan ini. Ia tampak efektif sepanjang 90 menit dengan haya 2 percobaan tembakan serta keduanya jadi berhasil.
Pemain berumur 30 tahun ini membuat 49 sentuhan bola serta 20 umpan akurat. Rabiot bermain apik di tengah tekanan tuan rumah yang lebih banyak bawa bola serta mengendalikan lini tengah.
Donasi defensif Rabiot pula lumayan apik, ia memenangi 6 duel, membuat 6 recoveries, serta 4 tekel. Aksi serta donasi Rabiot di laga ini diberi rapor 9, 2.
Massimiliano Allegri buka suara terpaut kemenangan timnya atas Como dini hari tadi. Dia mengakui kalau dirinya sebagian kali mengganti taktik Rossoneri di laga ini.
Di laga ini KSOKLUB mengatakan bahwa Allegri kedapatan sebagian kali mengganti taktik AC Milan. Awal mulanya dia bermain dengan skema 4- 4- 2, kemudian berganti jadi 4- 3- 3 saat sebelum di babak kedua dia mengganti formasi Milan jadi 3- 5- 2.
Keputusan Allegri itu berbuah manis sebab Milan yang awal mulanya ketinggalan 1- 0 sanggup comeback dengan skor 1- 3 di akhir laga. Apa pertimbangan Allegri mengganti taktiknya?
Dalam wawancaranya di sebagian awak media, Allegri menyebut kalau dia terpaksa mengganti taktik AC Milan di tengha jalur. Penyebabnya sebab dia wajib mengimbangi game Como serta keputusannya itu membuahkan hasil.
” Kami memulai laga dengan mengandalkan 4 gelandang buat mengendalikan kemampuan bola, di mana kami mau terdapat lebih banyak pengumpan. Tetapi kami tidak menyatu usai kebobolan, serta kami sering terbuat kesusahan oleh umpan- umpan terobosan mereka serta serangan- serangan balik mereka, serta Maignan betul- betul menyelamatkan kami,” buka Allegri.
” Kala kami telah membandingkan peran mengalami regu kokoh semacam Como yang bermain baik hari ini, aku menyimpan 3 penyerang di depan. Tetapi kala kami telah berputar unggul, aku kembali ke formasi dini.”
Pada laga ini, Allegri pula membagikan pujian kepada para anak asuhnya. Dia memperhitungkan skuad Rossoneri tampak luar biasa di pertandingan ini.
Walaupun tertinggal lebih dulu, mereka tidak menyerah serta sanggup membalikkan peran. Seperti itu kenapa eks pelatih Juventus itu puas memandang mentalitas yang ditunjukkan anak asuhnya tersebut.
” Kami membuat sebagian kesempatan di laga ini, serta Como- pun demikian. Regu kami menampilkan semangat pantang menyerah serta mereka betul- betul berupaya supaya kami dapat memperoleh hasil yang bagus hari ini,” pungkasnya.
AC Milan berharap dapat melanjutkan tren positif mereka belum lama ini di pertandingan di akhir minggu nanti.
Rossoneri dijadwalkan hendak menjamu Lecce di San Siro serta Allegri mau timnya mencapai 3 poin di laga ini.
Cesc Fabregas membagikan perkataan selamat kepada AC Milan usai Rossoneri mengalahkan timnya baru- baru ini. Dia memperhitungkan regu besutan Massimiliano Allegri itu bermain lebih baik dibanding timnya serta mereka memanglah layak menang.
Fabregas sendiri enggan cari- cari alibi usai timnya kalah serta dia mau Como menjadikan kekalahan ini selaku pelajaran berharga buat mereka.” Hari ini kami kalah serta kami wajib tingkatkan game kami,”
Fabregas menyebut kalau timnya telah tampak dengan lumayan oke di laga ini. Perihal ini dibuktikan dengan keberhasilan mereka unggul terlebih dulu atas si tamu.
Tetapi Milan menampilkan performa yang luar biasa sehingga dapat membalikkan peran serta Fabregas mengakui keunggulan si tamu tersebut.
” Kami ucapkan selamat kepada Milan malam ini. Mereka memenangkan pertandingan ini serta mereka sangat layak buat memperingati kemenangan itu,” sambung Fabregas.
Fabregas pula mau timnya tidak terpuruk dalam kekecewaan usai kalah dari AC Milan. Dia mau Como lekas bangkit serta tampak dengan lebih baik lagi di sisa masa ini.
” Kami wajib berupaya bermain dengan lebih baik lagi serta berupaya memenangkan pertandingan selanjutnya. Kami ialah salah satu regu dengan rekor pertahanan terbaik di Eropa masa ini, serta tiap regu mempunyai kelemahan serta kekuatan, serta kami masih dapat tumbuh,” sambung Fabregas.
” Saat ini aku hendak berupaya buat membangkitkan para pemain aku, serta entah kami menang maupun kalah, kami wajib senantiasa berupaya buat tumbuh serta bermain dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.
Untuk AC Milan, kemenangan melawan Como ini sangat krusial buat melindungi asa mereka mencapai scudetto di akhir masa nanti.
Newcastle mengatakan Il Diavolo Rosso saat ini mengoleksi total 43 poin, di mana mereka tertinggal 3 poin saja dari Inter Milan di puncak klasemen. (ss)





