Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah Setelah Tinggalkan Manchester City | Agen Taruhan Bola Online Terpercaya

bandarbolaBan

Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah, Tinggalkan Manchester City dengan Nilai Transfer Rp1 Triliun

Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah, Petualangan Baru di Liga Arab Saudi

JAKARTATijjani Reijnders resmi meninggalkan Manchester City dan melanjutkan karier bersama klub Arab Saudi, Al-Qadsiah. Kepindahan gelandang Timnas Belanda tersebut diumumkan Manchester City pada Rabu, 19 Agustus 2026, dalam kesepakatan transfer permanen yang sebelumnya dilaporkan bernilai sekitar 60-61 juta euro.

Transfer ini sekaligus mengakhiri perjalanan singkat Reijnders bersama Manchester City. Sang pemain baru sekitar satu tahun mengenakan seragam klub Premier League tersebut setelah didatangkan dari AC Milan pada musim panas 2025.

Reuters melaporkan bahwa Reijnders pindah ke Al-Qadsiah secara permanen setelah melewati sedikit lebih dari satu musim di Manchester City. Kesepakatan tersebut diumumkan secara resmi oleh klub Inggris pada 19 Agustus 2026.

Kepindahan Reijnders menjadi salah satu transfer menarik pada bursa musim panas 2026. Pasalnya, pemain berusia 28 tahun tersebut sebelumnya masih dipandang sebagai bagian dari proyek Manchester City ketika didatangkan dari AC Milan dengan kontrak jangka panjang.

Kini, Reijnders memilih tantangan baru di Arab Saudi bersama Al-Qadsiah.

Transfer Tijjani Reijnders Bernilai Sekitar 60 Juta Euro

Nilai transfer Reijnders menjadi salah satu perhatian utama dalam kepindahan ini. Sejumlah laporan menyebut Manchester City mendapatkan sekitar 60 juta euro, sementara beberapa sumber menempatkan nilai kesepakatan di kisaran 61 juta euro.

Sebelum transfer benar-benar rampung, Manchester City dan Al-Qadsiah telah mencapai kesepakatan mengenai nilai kepindahan. Reijnders kemudian memberikan lampu hijau untuk melanjutkan proses tersebut.

Laporan sebelumnya dari L’Équipe menyebut nilai kesepakatan berada di sekitar 61 juta euro. Saat itu, Al-Qadsiah disebut sebagai klub yang telah mencapai kesepakatan dengan Manchester City, sementara Reijnders masih harus menentukan keputusan akhirnya.

Setelah seluruh proses berjalan, transfer akhirnya terealisasi.

Dengan angka tersebut, Reijnders menjadi salah satu pembelian besar Al-Qadsiah. Kedatangannya memperlihatkan ambisi klub Arab Saudi itu untuk meningkatkan kualitas skuad dengan pemain yang memiliki pengalaman di kompetisi elite Eropa.

Hanya Satu Musim di Manchester City

Kebersamaan Tijjani Reijnders dengan Manchester City berlangsung relatif singkat.

Reijnders bergabung dengan The Citizens pada Juni 2025 setelah meninggalkan AC Milan. Manchester City saat itu mengikatnya dengan kontrak lima tahun. Ketika diperkenalkan, Reijnders datang dengan reputasi sebagai salah satu gelandang terbaik Serie A.

Manchester City mencatat Reijnders tampil luar biasa bersama AC Milan pada musim 2024/25. Ia mencetak 15 gol dalam 54 pertandingan di semua kompetisi dan mendapatkan penghargaan sebagai gelandang terbaik Serie A musim tersebut.

Premier League juga mencatat bahwa Reijnders menjadi salah satu rekrutan Manchester City pada musim panas 2025 setelah tampil produktif bersama Milan. Ia datang ke Etihad Stadium dengan ekspektasi besar untuk menambah kreativitas sekaligus energi di lini tengah.

Namun, perjalanan Reijnders di Manchester City tidak berlangsung selama yang diperkirakan.

Setelah melalui musim pertamanya, perubahan komposisi lini tengah dan kebutuhan taktik klub membuat masa depannya di Manchester mulai tidak pasti. Pada akhirnya, City memilih melepas pemain internasional Belanda tersebut ke Arab Saudi.

Catatan Reijnders Bersama Manchester City

Selama berada di Manchester City, Reijnders mencatat sekitar 50 penampilan dan menyumbangkan tujuh gol serta delapan assist menurut laporan Reuters.

Angka tersebut memperlihatkan kontribusi yang cukup baik dari seorang gelandang. Reijnders dikenal bukan hanya karena kemampuannya mengatur permainan, tetapi juga kemampuannya bergerak dari lini kedua menuju area pertahanan lawan.

Gaya tersebut membuat Reijnders memiliki karakter berbeda dibanding gelandang yang hanya bertugas menjaga keseimbangan permainan.

Di AC Milan, karakter ofensif tersebut menjadi salah satu kekuatan utamanya. Ia mampu masuk ke kotak penalti, melakukan penetrasi dari lini kedua, sekaligus memberikan ancaman melalui tendangan jarak jauh.

Manchester City pun sempat berharap kemampuan tersebut dapat menjadi tambahan penting bagi lini tengah mereka.

Namun, setelah satu musim, kedua pihak akhirnya memilih jalan berbeda.

Al-Qadsiah Jadi Pelabuhan Baru

Al-Qadsiah kini menjadi klub berikutnya dalam perjalanan karier Reijnders.

Klub yang bermarkas di Khobar tersebut tengah membangun skuad kompetitif untuk bersaing di Saudi Pro League. Al-Qadsiah juga sudah beberapa musim terakhir aktif mendatangkan pemain dengan pengalaman internasional.

Kehadiran Reijnders memperkuat lini tengah tim yang kini dilatih Brendan Rodgers. Mantan pelatih Liverpool, Leicester City, dan Celtic tersebut memiliki pengalaman panjang menangani pemain di level tinggi.

Reijnders diharapkan bisa menjadi salah satu bagian penting dalam sistem permainan Rodgers.

Kemampuan pemain kelahiran Zwolle, Belanda, tersebut untuk bermain sebagai gelandang tengah maupun lebih maju membuatnya memiliki fleksibilitas yang dibutuhkan sebuah tim.

Ia dapat membantu membangun serangan dari tengah, membawa bola melewati garis tekanan lawan, sekaligus memberikan dukungan ketika tim kehilangan penguasaan bola.

Bagi Al-Qadsiah, karakter seperti itu sangat berharga untuk meningkatkan kualitas permainan di sektor tengah.

Mengapa Reijnders Memilih Arab Saudi?

Kepindahan ke Saudi Pro League menunjukkan perubahan arah dalam karier Reijnders.

Pada usia 28 tahun, Reijnders sebenarnya masih berada dalam fase karier yang sangat kompetitif. Ia memiliki pengalaman di Eredivisie, Serie A, Premier League, serta level internasional bersama Timnas Belanda.

Karena itu, keputusan meninggalkan Manchester City menuju Arab Saudi menjadi salah satu langkah paling menarik dalam kariernya.

Selain faktor olahraga, perkembangan Saudi Pro League dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi daya tarik tersendiri. Klub-klub di kompetisi tersebut semakin berani merekrut pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari klub-klub besar Eropa.

Al-Qadsiah sendiri memperlihatkan ambisi serupa. Perekrutan Reijnders bukan sekadar mendatangkan nama besar, tetapi juga menambah pemain dengan usia produktif dan pengalaman kompetitif.

Perjalanan Karier Reijnders Sebelum ke Manchester City

Sebelum menjadi pemain Manchester City, Reijnders membangun kariernya secara bertahap di Belanda.

Ia mengawali perjalanan profesionalnya bersama PEC Zwolle sebelum berkembang di AZ Alkmaar. Dari AZ, namanya mulai dikenal lebih luas di Eropa.

Performa tersebut kemudian membawanya ke AC Milan pada 2023.

Di Italia, Reijnders berkembang menjadi salah satu pemain penting Milan. Pada musim 2024/25, produktivitasnya meningkat drastis hingga mencetak 15 gol di seluruh kompetisi. Manchester City kemudian bergerak untuk mengamankan jasanya.

AC Milan mengonfirmasi kepergian Reijnders ke Manchester City pada 11 Juni 2025 dengan status transfer permanen.

Sebelum meninggalkan Milan, Reijnders bahkan sempat memperpanjang kontraknya hingga 30 Juni 2030 pada Maret 2025. Saat itu, Milan menyebut sang gelandang telah mencatat 90 penampilan dan 16 gol untuk klub.

Rentang karier tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Reijnders menuju Arab Saudi bukanlah proses instan. Ia terlebih dahulu membangun reputasi di kompetisi Eropa sebelum mengambil keputusan besar pada 2026.

Dampak untuk Manchester City

Dari sisi Manchester City, penjualan Reijnders menjadi bagian dari perubahan besar di lini tengah.

Klub Inggris tersebut sedang melakukan penataan ulang skuad setelah berakhirnya musim sebelumnya. Sejumlah pemain tengah mengalami perubahan status, sementara City juga aktif mencari tambahan tenaga baru.

Penjualan Reijnders dengan nilai sekitar 60 juta euro membuat City memperoleh pemasukan signifikan dari pemain yang baru didatangkan satu musim sebelumnya. Reuters juga melaporkan bahwa Reijnders pergi setelah sekitar satu tahun membela klub dengan catatan 50 pertandingan.

Situasi ini membuat Manchester City harus kembali memikirkan komposisi lini tengah mereka.

Bagi Reijnders sendiri, kepindahan ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan peran yang lebih sentral di klub barunya.

Tantangan Baru di Saudi Pro League

Bersama Al-Qadsiah, Reijnders akan menghadapi atmosfer sepak bola yang berbeda.

Saudi Pro League kini dihuni sejumlah pemain dengan pengalaman panjang di Eropa. Persaingan juga semakin ketat karena klub-klub Arab Saudi terus meningkatkan kualitas skuad.

Reijnders harus cepat beradaptasi dengan gaya bermain, lingkungan, serta tuntutan kompetisi baru.

Namun, pengalaman bermain di Premier League dan Serie A menjadi modal berharga. Ia juga sudah terbiasa dengan tekanan pertandingan tingkat tinggi bersama Timnas Belanda.

Jika mampu beradaptasi dengan cepat, Reijnders berpotensi menjadi salah satu pemain kunci Al-Qadsiah.

Bukan Sekadar Transfer Besar

Kepindahan Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah memperlihatkan bahwa Saudi Pro League terus menjadi tujuan penting bagi pemain papan atas.

Transfer ini juga menarik karena Reijnders tidak datang ke Arab Saudi setelah menghabiskan sebagian besar kariernya di luar level kompetitif. Ia justru meninggalkan Manchester City pada usia 28 tahun, ketika secara usia masih sangat memungkinkan untuk bermain di liga elite Eropa.

Bagi Al-Qadsiah, transfer tersebut menjadi investasi untuk memperkuat lini tengah.

Sementara bagi Manchester City, penjualan Reijnders menjadi bagian dari proses perombakan skuad.

Adapun bagi Reijnders, ini merupakan babak baru setelah menjalani periode singkat tetapi penuh pengalaman di salah satu klub terbesar Inggris.

Kini, perhatian akan tertuju pada bagaimana sang gelandang Belanda menjalani petualangan barunya bersama Al-Qadsiah dan seberapa besar pengaruhnya terhadap ambisi klub di Saudi Pro League.


FAQ Tijjani Reijnders Gabung Al-Qadsiah

1. Apakah Tijjani Reijnders resmi bergabung dengan Al-Qadsiah?

Ya. Tijjani Reijnders resmi meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Al-Qadsiah melalui transfer permanen. Kepindahan tersebut diumumkan Manchester City pada 19 Agustus 2026.

2. Berapa nilai transfer Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah?

Nilai transfer Reijnders dilaporkan berada di kisaran 60-61 juta euro. Beberapa laporan menggunakan angka 60 juta euro, sedangkan laporan lain menyebut sekitar 61 juta euro.

3. Dari klub mana Tijjani Reijnders bergabung ke Al-Qadsiah?

Reijnders bergabung dengan Al-Qadsiah setelah meninggalkan Manchester City. Sebelumnya, ia bermain untuk AC Milan sebelum pindah ke klub Premier League tersebut pada 2025.

4. Berapa lama Tijjani Reijnders bermain untuk Manchester City?

Reijnders hanya menjalani sekitar satu musim lebih bersama Manchester City. Dalam periode tersebut, ia mencatat sekitar 50 penampilan, tujuh gol, dan delapan assist menurut laporan Reuters.

5. Berapa usia Tijjani Reijnders?

Tijjani Reijnders lahir pada 29 Juli 1998. Ia berusia 28 tahun pada 2026.

6. Siapa pelatih Al-Qadsiah?

Al-Qadsiah ditangani Brendan Rodgers, pelatih asal Irlandia Utara yang sebelumnya memiliki pengalaman menangani sejumlah klub besar Inggris dan Celtic.

7. Apa posisi Tijjani Reijnders?

Reijnders merupakan gelandang. Ia dapat memainkan peran di lini tengah dengan karakter box-to-box, membantu sirkulasi bola sekaligus memberikan kontribusi dalam serangan.

8. Mengapa transfer Reijnders menarik perhatian?

Transfer ini menarik karena Reijnders meninggalkan Manchester City ketika masih berada pada usia produktif. Kepindahannya juga menjadi bagian dari tren klub-klub Saudi Pro League yang mendatangkan pemain berpengalaman dari kompetisi elite Eropa.

9. Dari mana Manchester City mendapatkan Tijjani Reijnders?

Manchester City merekrut Reijnders dari AC Milan pada Juni 2025. Saat itu, City mengikat pemain Belanda tersebut dengan kontrak lima tahun.

10. Apa tantangan Reijnders di Al-Qadsiah?

Tantangan utamanya adalah beradaptasi dengan kompetisi, lingkungan, dan pola permainan baru. Ia juga dituntut segera memberikan kontribusi agar Al-Qadsiah mampu bersaing di papan atas Saudi Pro League.


Tijjani Reijnders resmi gabung Al-Qadsiah setelah meninggalkan Manchester City. Transfer permanen gelandang Timnas Belanda itu bernilai sekitar 60-61 juta euro. Reijnders hanya sekitar satu musim bermain di Manchester City setelah sebelumnya memperkuat AC Milan. Di Al-Qadsiah, ia akan menjadi bagian dari proyek klub Arab Saudi yang terus memperkuat skuadnya dengan pemain berpengalaman dari kompetisi Eropa.

 

Ditulis oleh: Redaksi Agentaruhanku.com
Update terakhir: 20 Agustus 2026
Editor: ss.

Komentar