
Agen Bola Terpercaya – Hasil imbang 2- 2 Arsenal di markas Wolverhampton menutup satu malam yang semestinya dapat jadi langkah berarti dalam perburuan gelar. Alih- alih menghindar, The Gunners malah kembali dengan persoalan besar di lini depan.
Sorotan kembali menuju pada Viktor Gyokeres. Striker asal Swedia itu kembali kandas mencetak berhasil, apalagi tidak membebaskan satu juga tembakan selama laga, suatu kenyataan yang susah diabaikan dalam pertandingan seketat ini.
Sementara itu, saat sebelum laga kontra Wolves, narasi tentang Gyokeres pernah menghangat. Donasi golnya bertambah semenjak dini tahun, tetapi informasi terkini Liga Inggris menampilkan cerminan yang jauh dari sempurna untuk regu yang lagi mengetuai klasemen.
Gyokeres tiba ke Arsenal dengan reputasi mesin berhasil, sehabis mencatat nyaris satu berhasil per pertandingan sepanjang membela Sporting. Ekspektasi itu masih terasa berat di pundaknya, paling utama kala laga- laga krusial menuntut pembeda di kotak penalti.
Melawan Wolves, ketajaman itu tidak timbul sama sekali. Statistik mencatat Gyokeres melepas nol tembakan, suatu anomali untuk penyerang utama yang diharapkan jadi titik akhir serbuan.
KSOKLUB lebih mengkhawatirkan lagi, ini bukan peristiwa tunggal. Informasi liga menampilkan Gyokeres tidak mencatatkan satu juga tembakan dalam dekat 60 persen penampilannya di Premier League masa ini.
Dalam konteks perburuan gelar, angka tersebut jadi sinyal peringatan. Arsenal dapat mendominasi game, namun tanpa ancaman nyata dari penyerang tengah, dominasi itu kerap berujung percuma.
Permasalahan ini menempatkan Mikel Arteta pada posisi susah. Opsi antara Gyokeres serta Gabriel Jesus belum membagikan jawaban tegas soal siapa yang sangat layak mengetuai lini depan.
Paul Merson memperhitungkan siapa juga yang dipasang semenjak dini belum betul- betul tampak meyakinkan. Donasi keduanya sering terasa lebih dalam kerja keras dibanding daya guna di depan gawang.
Arteta memanglah beruntung mempunyai regu yang sanggup menang tanpa tergantung penuh pada striker. Berhasil Arsenal tiba dari banyak lini, berikan ilusi kalau permasalahan penyerang tengah dapat ditunda.
Tetapi, laga semacam di Molineux menampilkan batasan dari pendekatan itu. Kala ruang terus menjadi kecil serta tekanan bertambah, Arsenal senantiasa memerlukan penyerang yang sanggup menghasilkan kesempatan dari suasana susah.
Dari sisi angka, masa Gyokeres tidak seluruhnya kurang baik. Dia mencatat 13 berhasil dari 32 penampilan, 8 di antara lain di Premier League, suatu catatan yang masih dapat dipertahankan.
Tetapi, para pengamat memperhitungkan donasi itu belum sebanding dengan investasi besar serta kedudukannya selaku ujung tombak. Ian Wright secara terbuka mengaku tidak puas dengan tingkat performa Gyokeres, walaupun berikan catatan kalau segalanya dapat dimaafkan bila Arsenal menjuarai liga.
Perbandingan dengan Kai Havertz serta Gabriel Jesus pula sering timbul. Bukan semata soal berhasil, namun soal keterlibatan dalam game, keseriusan pressing, serta keahlian membuka ruang.
Di tengah persaingan ketat di papan atas, Arsenal tidak dapat cuma berharap permasalahan ini hendak teratasi dengan sendirinya. Ketajaman striker utama senantiasa jadi fondasi regu juara, serta sepanjang ini, Gyokeres belum seluruhnya menanggapi kebutuhan itu ujarnya kepada Agen Bola. (ss)





