Judi Bola Italia - Juventus vs Lazio Skor Imbang 2-2 | Agen Taruhan Bola Online Terpercaya

bandarbolaBan

Judi Bola Italia – Juventus vs Lazio Skor Imbang 2-2

Judi Bola Italia – Juventus dituntut memeras tenaga demi melindungi catatan impresif mereka di kandang selama Serie A masa ini. Berhasil keseimbangan dari Pierre Kalulu di penghujung laga membuat Lazio wajib puas bawa kembali hasil imbang 2- 2 pada duel Senin( 9/ 2/ 2026) dini hari Wib.

Hasil tersebut sekalian mematahkan kesempatan Biancocelesti menorehkan 2 kemenangan beruntun atas Sang Nyonya Tua dalam satu masa, suatu yang terakhir kali terjalin pada edisi 1942/ 1943.

Hasil ini membenarkan Juventus masih belum tersentuh kekalahan di kandang pada Serie A masa ini, dengan raihan 7 kemenangan serta 5 hasil seri.

Bonus satu poin membuat mereka saat ini unggul 3 angka atas AS Roma yang terletak di peringkat kelima dalam persaingan mengarah tiket terakhir Liga Champions.

Di sisi lain, Lazio yang menempati posisi kedelapan memperpanjang catatan tidak terkalahkan jadi 5 laga tandang beruntun di Serie A.

Berbekal rasa yakin diri sehabis mencapai 2 kemenangan telak secara beruntun, Juventus malah menemui jalur terjal semenjak dini pertandingan. Lazio tampak terorganisir serta disiplin, melanjutkan performa solid mereka usai mencatatkan 3 clean sheet dari 4 laga tandang terakhir di kompetisi dalam negeri.

Ancaman sungguh- sungguh awal dari kubu tuan rumah tiba pada menit ke- 16. Gleison Bremer menyongsong umpan silang Kalulu dengan tandukan keras, tetapi Ivan Provedel menampilkan refleks brilian buat menepis bola sampai melayang di atas mistar gawang.

10 menit setelah itu, publik Allianz Stadium pernah bergemuruh dikala Teun Koopmeiners mencetak berhasil lewat sepakan terukur dari luar kotak penalti. Sayangnya, berhasil tersebut dianulir wasit sebab Khéphren Thuram dinilai terletak dalam posisi offside serta membatasi pemikiran penjaga gawang Lazio.

Koopmeiners kembali berupaya peruntungan dari jarak jauh, disusul kesempatan Jonathan David melalui sundulan yang masih belum menemui sasaran. Kala babak awal nampak hendak berakhir tanpa berhasil, Lazio malah berhasil memecah kebuntuan di masa bonus waktu.

Berawal dari umpan Daniel Maldini, Pedro Rodríguez membebaskan tembakan yang berganti arah sehabis menimpa Bremer serta berujung di dalam gawang. Berhasil tersebut jadi koleksi ketiga Pedro masa ini, sepenuhnya terbentuk dalam 4 penampilan terakhir.

Keyakinan diri Lazio tidak meredup selepas turun minum. Baru 2 menit paruh kedua berjalan, Gustav Isaksen menggandakan keunggulan regu tamu usai menggunakan umpan panjang serta mengangkut bola melewati jangkauan kiper ke bagian atas gawang. Juventus nyaris langsung merespons, tetapi tendangan melengkung Kenan Yıldız kembali sukses digagalkan oleh Provedel.

Tekanan tanpa henti kesimpulannya menciptakan berhasil untuk Juventus mendekati satu jam pertandingan. Weston McKennie mencatatkan berhasil keempatnya di Serie A masa ini lewat sundulan tajam, menggunakan umpan silang Andrea Cambiaso yang teliti melindungi bola senantiasa terletak di zona game.

Lazio sejatinya mempunyai beberapa kesempatan emas buat membenarkan kemenangan, tercantum sepakan Kenneth Taylor dan kesempatan Tijjani Noslin di menit- menit akhir. Tetapi, kurang tenangnya penyelesaian akhir membuat keunggulan mereka tidak meningkat. Suasana tersebut jadi petaka kala Juventus membandingkan peran pada menit keenam masa injury time. Kalulu tampak selaku penyelamat melalui sundulan presisi menyongsong kiriman Jeremie Boga.

Pierre Kalulu tampak luar biasa serta terpilih selaku Man of the Match pada laga ini. Bek asal Prancis itu jadi figur sentral kemenangan Bianconeri berkat donasi komplet, baik dikala bertahan ataupun menolong serbuan.

Kalulu bermain penuh sepanjang 90 menit serta mencatat rating paling tinggi 8, 6, menegaskan kedudukannya selaku pemain sangat mempengaruhi di atas lapangan. Puncak performanya diisyarati dengan satu berhasil berarti, hasil dari 2 percobaan tembakan yang dia lepaskan selama pertandingan.

Tidak cuma tajam, Kalulu pula menampilkan mutu distribusi bola yang impresif. Dia mencatat 57 umpan berhasil dari 62 percobaan dengan akurasi menggapai 92 persen. Dari lini balik, Kalulu sering memecah tekanan Lazio dengan 4 umpan ke sepertiga akhir dan 4 kesempatan terbentuk, angka yang tidak sering dicatat seseorang bek tengah.

Kontribusinya di zona lawan pula pantas menemukan sorotan. Kalulu tercatat melaksanakan 7 sentuhan di kotak penalti Lazio, memperlihatkan keberaniannya naik menolong serbuan serta membagikan ukuran bonus untuk game Juventus.

Di zona defensif, Kalulu tampak solid serta disiplin. Dia mencatat 2 tekel berhasil, tercantum satu last man tackle krusial yang menggagalkan kesempatan emas Lazio. Tidak hanya itu, dia melaksanakan 2 sapuan, satu di antara lain lewat sundulan, dan mencatat satu intersep.

Statistik bertahannya terus menjadi lengkap dengan 11 kali recovery bola, menampilkan keahlian membaca game serta melindungi penyeimbang regu. Dalam duel darat, Kalulu tampak tanpa cela dengan 2 kemenangan dari 2 duel ataupun 100 persen berhasil.

Performa merata ini membuat Pierre Kalulu layak dinobatkan selaku pemain terbaik pertandingan. Penampilannya bukan cuma memastikan hasil laga, namun pula menegaskan kedudukannya selaku pilar berarti Juventus dalam duel krusial melawan Lazio.

Secara statistik, Juventus tampak sangat beringas dengan membebaskan total 33 tembakan. Bandingkan dengan Lazio yang cuma sanggup mencatatkan 8 kesempatan selama laga.

Ironisnya, dominasi itu ternoda oleh kerapuhan di lini balik. Masa ini, Juventus tercatat selaku regu Serie A yang sangat kerap melaksanakan kesalahan berujung berhasil lawan.

Spalletti enggan menyalahkan pemainnya secara membabi buta. Dia malah merasa instruksinya yang sangat menuntut jadi salah satu pemicu utama kesalahan tersebut.

” Bisa jadi ini merupakan kesalahan dari tuntutan yang kami bebankan kepada para pemain ini,” ucap Spalletti.

” Pada periode ini, aku memohon mereka buat lekas memainkan tiap bola yang mereka menangkan kembali, bukan membuangnya,” jelasnya kepada KSOKLUB.

Manuel Locatelli pernah jadi sorotan sebab kesalahannya. Tetapi, Spalletti dengan kilat membelanya serta menyebut si gelandang selaku salah satu pemain terbaik masa ini.

Si pelatih menekankan kalau resiko kehabisan bola merupakan konsekuensi logis dari style main yang dia mau. Dia memohon regu buat senantiasa berani membangun serbuan dari dasar.

” Kesalahan dapat terjalin, Locatelli sudah jadi salah satu pemain terbaik kami masa ini, jadi kehabisan bola sekali tidak mengganggu apa juga,” tegas Spalletti.

” Apalagi sehabis itu, terdapat metode kami bertahan, gimana kami menutup tembakan, nasib kurang baik dari defleksi. Seperti itu sepak bola,” tambahnya bijak.

Spalletti pula menyoroti metode timnya bereaksi dikala tertinggal 2 berhasil. Walaupun sukses bangkit, dia memperhitungkan game anak asuhnya sedikit sangat kacau serta terburu- buru.

Tingkatkan tempo game memanglah harus dicoba dikala tertinggal. Tetapi, dia menegaskan supaya kecepatan itu tidak berganti jadi kepanikan yang merugikan taktik.

” Kala tempo bertambah serta kami berjuang bangkit dari ketertinggalan 2 berhasil, kami tidak boleh mengubahnya hingga ke tingkatan yang gempar,” analisis Spalletti.

” Kami butuh memesatkan kondisi, namun tidak jadi kacau, sebaliknya hari ini kami lagi- lagi sedikit sangat gempar dalam suasana yang dapat kami kembangkan dengan lebih baik,” kritiknya.

Untuk Spalletti, suasana susah semacam tertinggal 0- 2 merupakan momen emas buat menguji kepribadian pemain. Dia mau skuadnya menciptakan kegembiraan malah dikala terletak di dasar tekanan berat.

Keahlian membalikkan kondisi di luar rencana dini merupakan fakta mutu regu papan atas. Perihal inilah yang mau dia tanamkan lebih dalam ke mentalitas Juventus.

” Kami wajib hidup dalam tekanan, seperti itu kegembiraan sepak bola, kala Kamu wajib membalikkan hasil 0- 2 di dini babak kedua,” tutur eks pelatih Napoli itu.

” Seperti itu dikala Kamu menguji diri sendiri serta memandang apakah Kamu bisa menanggulangi ketegangan di tingkat atas, seperti itu yang wajib kami nikmati,” serunya.

Laga ini pula diwarnai insiden tidak terduga di ruang ubah dikala sela waktu babak awal. Francisco Conceicao yang sepatutnya masuk selaku pemain pengganti tiba- tiba batal tampak.

Pemain sayap itu merasakan perih dikala melaksanakan pemanasan. Dampaknya, Edon Zhegrova wajib bersiap secara kilat buat mengambil alih kedudukan Conceicao di babak kedua.

” Kepribadian berarti kala seluruhnya berjalan salah serta Kamu memerlukan kepala yang jernih buat membuat opsi. Seperti itu yang membuat perbandingan,” pungkas Spalletti menutup wawancara.

Walaupun kandas menang, hasil imbang ini senantiasa mempunyai nilai positif yang sangat besar untuk Sarri. Terlebih bila memandang statistik Lazio yang digempur habis- habisan dengan 33 tembakan oleh Sang Nyonya Tua.

Regu Elang Bunda Kota tampak pincang tanpa Mattia Zaccagni, Manuel Lazzari, Samuel Gigot, sampai Luca Pellegrini yang terserang skorsing. Suasana kian pelik sebab Alessio Romagnoli cuma duduk di bangku cadangan usai kandas transfer ke Al- Sadd.

Sarri memilah buat memandang gelas separuh penuh dari hasil dramatis ini. Dia menyanjung kepribadian anak asuhnya yang menolak menyerah walaupun dalam keadaan terjepit.

” Kala Kamu kembali dari stadion ini dengan satu poin, itu senantiasa ialah hasil yang positif,” tegas Sarri.

” Jelas, terdapat sedikit penyesalan, tetapi lebih dari segalanya aku bawa kembali pengetahuan kalau kanak- kanak ini susah dihancurkan,” pujinya.

” Mereka bereaksi terhadap segalanya, mereka tidak sempat menundukkan kepala dikala mengalami kesusahan apa juga, jadi itu menenangkan,” tambah eks pelatih Chelsea tersebut.

Suasana Lazio sesungguhnya lagi tidak kondusif, baik di dalam ataupun luar lapangan. Di babak kedua, Sarri dituntut melaksanakan pergantian sebab permasalahan raga yang mengenai Toma Basic, Mario Edan, serta Oliver Provstgaard.

Ketegangan pula terasa akibat isu transfer Nuno Tavares serta Romagnoli yang merangsang kemarahan fans. Suporter apalagi memboikot laga kandang terakhir selaku wujud keluhan kepada Presiden Claudio Lotito.

Memandang keadaan ini, Sarri memohon gencatan senjata. Dia menegaskan kalau skuadnya memerlukan sokongan penuh dari para pendukung setia di stadion.

” Aku paham kalau memandang kami dari luar, Kamu bisa jadi memperoleh ilham yang berbeda, namun di dalam skuad terdapat atmosfer hati yang positif. Para pemain bekerja dengan antusiasme serta semangat,” klaim Sarri.

” Pasti saja, bermain di Stadio Olimpico yang kosong merupakan perasaan yang seram,” keluhnya.

” Kami lebih suka perselisihan tertentu antara owner klub serta penggemar Lazio berakhir saat ini, sebab kami sangat memerlukan pendukung kami di dekat kami,” pinta Sarri kepada Judi Bola Inggris. (ss)

Komentar