
Bandar Bola Liga – Laga AC Milan vs Genoa tersaji pada minggu ke- 19 Serie A 2025/ 2026 di San Siro, pada hari Jumat( 9/ 1/ 2026) dini hari Wib. Laga ini berakhir imbang 1- 1 sehabis AC Milan mencetak berhasil keseimbangan pada menit akhir pertandingan.
AC Milan tertinggal lebih dahulu melalui berhasil Lorenzo Colombo pada menit ke- 28. Rafael Leao setelah itu membenarkan satu poin untuk tuan rumah lewat berhasil pada menit 90+2.
Hasil Milan vs Genoa ini terasa krusial dalam peta persaingan papan atas Liga Italia. Inter saat ini terletak 3 poin di atas Milan, sedangkan Genoa menghindar 3 angka dari zona degradasi.
Milan mengawali laga dengan komposisi yang relatif normal, tercantum duet Rafael Leao serta Christian Pulisic semenjak menit dini. Trio Youssouf Fofana, Cedera Modric, serta Adrien Rabiot mengisi lini tengah, sedangkan Genoa cuma melaksanakan satu pergantian di lini balik.
Babak awal berjalan lumayan tenang dengan tempo yang tidak sangat besar. Hendak namun, Genoa malah sanggup mencuri keunggulan dari kesempatan awal yang pas sasaran.
Umpan matang Ruslan Malinovskyi menuju ke Colombo di tengah kotak penalti. Penyerang berumur 23 tahun itu menuntaskan kesempatan dari jarak dekat serta mencetak berhasil ke gawang klub induknya.
Milan mempunyai sebagian kesempatan buat membandingkan peran saat sebelum sela waktu. Tetapi, penyelesaian akhir jadi permasalahan, tercantum kesempatan emas Fofana serta suasana Leao yang terpeleset di depan gawang.
Merambah babak kedua, Milan mulai tingkatkan tekanan secara bertahap. Tetapi, berhasil Christian Pulisic dari suasana sepak pojok dianulir sebab handball sehabis tinjauan ulang.
Tekanan Milan terus menjadi terasa melalui suasana bola mati serta umpan silang. Kiper Genoa, Nicola Leali, tampak solid dengan sebagian penyelamatan berarti, tercantum menepis voli Pulisic jelang akhir laga.
Kebuntuan kesimpulannya rusak pada menit kedua masa injury time. Sundulan Leao dari suasana sepak pojok Cedera Modric menembus kepadatan kotak penalti serta mengganti skor jadi 1- 1.
San Siro belum pernah tenang sebab drama bersinambung di menit- menit terakhir. Genoa memperoleh penalti sehabis Davide Bartesaghi melanggar Mikael Ellertsson di kotak terlarang.
Keputusan wasit merangsang keluhan panjang serta pengecekan VAR. Mike Maignan apalagi diganjar kartu kuning akibat reaksinya di tengah suasana tegang tersebut.
Nikolae Stanciu maju selaku algojo penalti Genoa. Tetapi, tendangannya melambung di atas mistar serta membenarkan skor senantiasa imbang sampai peluit akhir.
Hasil ini terasa lebih menguntungkan Inter dalam perburuan gelar Serie A. Milan kehabisan peluang memangkas jarak, sedangkan Genoa bawa kembali satu poin berharga dari laga Milan vs Genoa yang berakhir dramatis.
AC Milan wajib bekerja keras buat menjauhi kekalahan di kandang sendiri. Genoa lebih dahulu unggul serta hampir bawa kembali 3 poin dari markas lawan.
Nama Lorenzo Colombo jadi pusat atensi dalam duel Milan vs Genoa kali ini. Penyerang berumur 23 tahun yang ialah pemain pinjaman dari Milan itu tampak efisien serta keluar selaku Man of the Match.
Milan mengawali laga dengan komposisi relatif normal serta mengandalkan duet Rafael Leao dan Christian Pulisic semenjak menit dini. Lini tengah diisi Youssouf Fofana, Cedera Modric, serta Adrien Rabiot, sedangkan Genoa cuma melaksanakan satu pergantian di lini balik.
Babak awal berjalan dengan tempo yang tidak sangat besar serta sedikit kesempatan bersih. Hendak namun, Genoa malah sanggup mencetak berhasil dari kesempatan pas sasaran awal mereka.
Umpan terukur Ruslan Malinovskyi menuju ke Colombo di zona kotak penalti. Colombo menyelesaikannya dari jarak dekat pada menit ke- 28 serta bawa Genoa unggul atas klub induknya.
Berhasil tersebut mengganti ritme game serta memforsir Milan tingkatkan keseriusan serbuan. Tekanan tuan rumah terus mengalir sampai babak kedua, namun penyelesaian akhir sering menemui jalur buntu.
Tidak hanya Colombo, performa kiper Genoa Nicola Leali pula layak menemukan apresiasi. Penjaga gawang itu sebagian kali menggagalkan kesempatan emas Milan selama pertandingan.
Leali tampak gemilang di San Siro serta menunda berhasil balasan Milan dalam banyak suasana. Dia melaksanakan penyelamatan berarti atas kesempatan Rafael Leao pada menit ke- 37 dan menepis kesempatan voli Christian Pulisic di zona penalti pada babak kedua.
Ketangguhan Leali membuat Genoa bertahan dengan keunggulan tipis sampai menit- menit akhir. Tetapi, tekanan tanpa henti kesimpulannya berbuah hasil untuk Milan.
Rafael Leao mencetak berhasil keseimbangan pada menit 90+2 serta membenarkan satu poin untuk tuan rumah. Hasil ini menutup laga Milan vs Genoa dengan skor imbang, sekalian menegaskan kedudukan Lorenzo Colombo selaku salah satu pembeda utama dalam laga tersebut.
Dalam interviewnya kepada KSOKLUB, Allegri menyoroti satu kelemahan parah anak asuhnya: ketidaksabaran. Milan dinilai sangat tergesa- gesa dikala berupaya menembus blok rendah pertahanan Genoa yang tampak disiplin.
Alih- alih bermain taktis, Rossoneri malah sering kehabisan bola sebab keputusan yang terburu- buru. Perihal ini membuat mereka rentan terhadap serbuan balik, suatu skenario yang hampir membuat mereka kehabisan 3 poin penuh.
” Kami tidak mempunyai lumayan kesabaran, kami sangat terburu- buru, serta ketergesaan tidak bawa kita ke mana- mana,” ucap Allegri dengan nada kritis.
Dia menekankan kalau mengalami regu yang bertahan total memerlukan ketenangan ekstra. Kecerobohan dalam kemampuan bola malah jadi bumerang yang menguntungkan lawan.
” Perihal yang wajib kami perbaiki merupakan kesabaran kami melawan regu dengan blok rendah ini, sehingga kami tidak membiarkan diri kami terekspos pada serbuan balik, yang ialah metode kami mengambil resiko kalah dalam game ini,” tambahnya.
Hasil ini membuat Milan saat ini tertinggal 3 poin dari rival sekota mereka, Inter, yang aman di puncak klasemen Serie A sampai minggu ke- 19 masa 2025- 26.
Allegri menegaskan kalau sasaran utama regu merupakan finis di 4 besar, serta perihal itu mustahil dicapai bila mentalitas” belum matang” ini terus dipelihara. Dia memohon para pemain buat mengambil sisi positif tetapi senantiasa realistis kalau mereka beruntung tidak kalah.
” Ini merupakan pelajaran tentang kedewasaan bila kami mau menggapai tujuan kami, ialah finis di 4 besar. Kami wajib berbenah,” tegas pelatih berpengalaman tersebut.
Menimpa hasil akhir, Allegri berupaya berlagak filosofis walaupun tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya kandas menang di kandang.
” Dalam sepak bola, Kamu mengambil apa juga hasil yang diberikan kepada Kamu,” ucapnya.” Sayang sekali kami tidak dapat menang di kandang, kami berupaya menembak berulang kali, namun itu tidak menolong. Kenyataannya, kami beruntung sebab kami dapat saja kalah.”
Sorotan spesial pula diberikan kepada Rafael Leao. Si penyerang sayap jadi juru selamat melalui berhasil telatnya, walaupun secara raga belum terletak dalam keadaan 100 persen.
Allegri mengakui kalau bintang asal Portugal itu sesungguhnya dapat melaksanakan lebih baik dalam sebagian suasana open play. Tetapi, insting tajam Leao senantiasa jadi pembeda di dikala krusial.
” Ia( Leao) tidak dalam keadaan terbaiknya dikala ini, namun ia senantiasa terdapat dalam game serta senantiasa mencetak berhasil pada kesimpulannya,” puji Allegri.
Saat ini, Milan wajib lekas melupakan hasil minor ini serta memandang laga berikutnya. Allegri membenarkan nyaris segala pemainnya hendak ada buat lawatan berat ke Florence mengalami Fiorentina.
” Kami wajib senantiasa tenang mengalami siapa juga. Kami hendak siap,” pungkasnya.
Banyak pihak mempertanyakan kenapa Stanciu yang maju selaku algojo. Sementara itu, dia baru masuk selaku pemain pengganti di babak kedua.
De Rossi menarangkan kalau suasana di lapangan memforsir pergantian rencana. Para eksekutor utama Genoa telah ditarik keluar lebih dahulu.
Si pelatih memandang kemampuan Stanciu dikala tahap latihan. Dia yakin pada keahlian tembakan pemain asal Rumania tersebut.
” Saat sebelum pertandingan, kami memiliki 2 penendang penalti: Malinovskyi serta Martin, tetapi aku menarik keduanya keluar,” jelas legenda AS Roma tersebut.
” Itu merupakan opsi aku( membiarkan Stanciu mengambilnya) sebab aku sudah memandang gimana ia mengambilnya dalam latihan serta mempunyai tembakan yang luar biasa,” lanjutnya.
Keputusan De Rossi didasari logika yang matang memandang komposisi pemain yang tersisa. Dia tidak mau Stanciu merasa bersalah sendirian.
Untuk De Rossi, Stanciu merupakan wujud handal sejati. Kegagalan ini tidak menghapus donasi serta perilaku positif si pemain.
” Mengingat pemain lain yang terdapat di lapangan, aku pikir itu merupakan opsi yang masuk ide,” bela De Rossi.
Si pelatih merasa pilu sebab anak asuhnya kandas jadi pahlawan kemenangan. Sementara itu, performa regu telah sangat spartan selama laga.
” Aku memohon maaf padanya sebab ia laki- laki yang hebat, yang tidak sempat merendahkan profesionalismenya, apalagi bila ia tidak bermain,” tutur De Rossi.
” Ia pantas buat merayakannya, begitu pula yang lain mengingat game yang kami mainkan,” pungkasnya kepada Bandar Bola. (ss)





